Jumat, 07 Oktober 2016

Karya Sastra_Cerpen_Terlatih


Belajar dalam kehidupan

Pagi embun ,,
Masih seperti biasanya setiap langkah yang pertama ku lalui untuk menjalankan semua kewajiban yang harus aku jalani
Mungkin teramat berat untuk aku bisa menjalaninya tanpa rasa bosan .. namun inilah takdir yang harus aku jalani pada waktu yang terus berputar. Disetiap pagi yang datang dan malam yang menghampiri , aku selalu berusaha menjalaninya untuk kehidupanku sekarang dan esok.
Aku bukanlah seperti mereka yang terlahir dari keluarga serba ada, yang tinggal tunjuk maka semuanya akan berubah seketika. hidupku yang berbanding terbalik dengan kehidupan mereka, untuk  menghidupkan diriku sendiri saja membutuhkan sebuah perjuangan yang sangat besar bahkan harus terjatuh dan tertatih. Dan aku bukanlah mereka yang hidup dalam sebuah dongeng yang setiap ucapannya pasti bisa terwujud . Aku terlahir dari seorang pejuang yang kini selalu berusaha membesarkan aku dan keluargaku dalam kesederhanaan dan kebahagiaan, bagi mereka hidup itu tidaklah begitu keras karena mereka hanya mengandalkan semua yang mereka miliki entah itu harta ataupun tahta .

Trimakasih tuhan...
Aku dilahirkan dari kesederhanaan, aku dilahirkan dari kasih sayang dan aku dilahirkan dari kejujuran. Anak kecil yang cengeng dan selalu mengeluh karna tak mendapatkan yang diinginkannya walaupun itu sangat mudah didapatkan untuk mereka yg kalangan mampu kini menjadi wanita yang kuat ,mandiri dan independen women. Kehidupan yang selalu mengajarkanku untuk selalu mensyukuri semua yang kita miliki.

Trimakasih ibu...
Aku dibesarkan dari tangan lembutmu , mungkin terkadang aku selalu marah jika engkau memarahi ku. Aku selalu menimpali semua pernyataan yang ibu jelaskan terhadapku ,aku selalu mengucap yang tak patut keluar dari seorang anak terhadap ibunya . Dan dari yang semua ibu lakukan terhadapku dulu ,sekarang dan esok . aku bisa belajar arti dari ketulusan dan pengorbanan.

Trimakasih ayah...
Tangan yang dulu begitu terawat kini menjadi kasar karena tanggung jawab . kulit yang dulu putihpun kini menghitam, karena air keringat yg setiap harinya ayah teteskan untuk menukarnya dengan rupiah. Badan yang begitu kekarpun menjadi sedikit melemah karena setiap harinya ayah selalu berjuang untuk menghidupi keluarga kecilnya. Dari ayah aku bisa belajar bagaimana cara bertanggung jawab, dan berjuang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar