Minggu, 05 Februari 2023

Karya Sasta_Puisi_Penantian

                                                     PENANTIAN

 

Beribu bintang bercahaya menghampiri hidupku

Namun enggan untuk aku melihatnya

Karena semua hanya datang dalam gelapku

Dan tak akan pernah bertahan dalam terangku

Cukup satu bintang yang ku inginkan

Dia yang selalu bersinar terang dalam dukaku

Dia Yang selalu menghiasi canda tawaku

Dan dia yang tak akan pernah pergi walau datang beribu bintang yang lebih terang dihidupku 

Dalam diam aku berpikir

Dalam diam aku merenung 

Dalam diam hatiku bertanya  

Kapan waktu itu datang ???

Waktu yang selalu dinanti 

Waktu yang selalu didambakan

Waktu yang selalu ditunggu-tunggu

Setiap insan manusia


Tuhan...

Aku rindu

Sungguh aku merindukannya

Bahkan sangat merindukannya

Sesosok pendamping ibadah dalam hidupku

Dia...

Yang hadir dengan sejuta kekurangan dan kelebihan

Yang hadir Membawa janji sehidup semati

Yang selalu meminjamkan telinganya

Untuk mendengarkan keluh kesahku

Yang selalu meminjamkan bahunya 

Untuk menyandarkan semua bebanku

Yang selalu mengulurkan tangannya 

Untuk menggenggam erat semua masalahku

Yang selalu mempersiapkan lututnya

Untuk menopang dalam jatuhku

Yang selalu berusaha melukis

Senyuman indah di wajahku

Yang selalu memberi pelangi

Untuk mewarnai hari-hariku

Yang selalu berucap manis 

Tanpa mengeluarkan kata pahit

Tak pernah kuharapkan sesosok yang sempurna

Karena dengannya hidupku menjadi sempurna Tuhan...

Aku yang selalu dihadapkan pada hayalan

Aku yang selalu didatangkan janji kepalsuan

Dan aku yang selalu disandingkan sebuah harapan

Yang akhirnya selalu mempertemukanku dengan pedihnya kekecewaan


Waktu yang terus berputar

Tak pernah henti untuk mengingatkan

Bahkan tak pernah lelah memberi tahu 

Tentang diriku yang kini menua dan tak muda lagi

 

Cemoohan,bullyan dan hinaan

Semua kuterima dengan senyuman

Semua kesimpan sebagai penguat

Rapuhnya kesabaran hati

Sesekali terkadang lelah menghampiri

Membuatku ingin mengakhiri

Sebuah pedih yang tak kunjung henti

Yang selalu membuatku tersakiti

Ingin sekali kupejamkan mata ini

Tanpa harus aku melihat kenyataan ini

Dan ingin sekali rasanya ku berlari

Melewati jeda panjang penantian ini

Sekuat apapun hati Untuk bersabar

Pasti akan ku temukan titik akhir lelahku ini

Dimana yang ku inginkan hanyalah dia 

Untuk memberi ku kehidupan kembali

 

Seni yang indah dalam penantian adalah berdoa

Hanyalah dengan doa yg bisa membawanya untukku

Dan aku yang tengah memantaskan diri untuk bersanding dengan nya 

Hingga akhirnya waktu itu tiba.

 

 


 

 By: yana bae

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar